berhubung saya suka nulis cerpen , blog ini akan jadi tempat menulis saya.
hmmm mungkin saya akan memulai dengan cerpen karangan saya yang pertama :D
PERHATIAN !!!!
karna ini cerpen pertama saya mungkin agak agak , OOC, typo, dll di karenakan belum sempet di edit, jadi mohon di maklumi pemirsa :), selamat membaca.
Mawar Abadi
Entah
kemana tujuanku aku hanya mengikutu arah
terbenamnya matahari, itu semua kulakukan demi kakaku ka reskya, dia
sudah terbaring lemas di ranjang selama satu minggu tanpa bias berbuat apa apa
bahkan untuk membuka kedua matanya , itu terjadi setelah dia tertusuk duri di
kebun mawar belakang rumah kami, kami memang memiliki kebun mawar yang luas
sekali, mungkin ada berpuluh puluh jenis mawar, bahkan saat musim semi dan
musim panas tiba aku selalu menghabiskan waktuku di kebun dan aku bisa menemukan
beratus ratus kupu –kupu terbang di sekelilingku dan merasakan betapa harumnya
mawar .
Keluargaku
adalah keluarga sederhana pembuat minya
wangi dari sari mawar yang tinggal di dusun kecil dekat danau Hitam, ayahku
meninggal sewaktu aku masih dalam kandungan , dan setelah ibuku meningga 1
tahun yang lalu aku dan kakakku yang merawat kebun mawar yang luas itu.
Dan
hari itu terjadi begitu saja sewaktu aku dan kakak ku memetik mawar untuk di
jadikan minyak wangi, jari telunjuk kakaku tertusuk duri mawar, awalnya kakaku
memang tidak papa, tapi lama kelamaan kondisinya semakin buruk untuk bangunpun
tidak bisa, karna itulah aku melakukan perjalana panjang ini ,seperti kata tabib
yang merawat kakaku, dia hanya bisa di sembuhkna dengan mawar abadi , yang
apakah ada dan enatah di mana letaknya , aku hanya di suruh mengikuti arah terbenamnya
matahari semoga perjalanku tidak sia sia,
Matahari
sudah ada di puncak kepala ketika aku sampai di sebuah hutan yang sangat lebat,
jalnya tertutup dedaunan tebal pohon pohon di sekelilingku sangat lebat hingga
membentuk kanopi hutan, dan terkadang menimbulkan siluet menyeramkan waktu
senja hari, udaranya begitu lembab di siang hari, smar samar aku mendengar
suara suara menyeramkan di berbagai arah, aku tidak mau membayangkan ika aku
bermalam di hutan ini , jadi aku mempercepat langkahku ,beruntung walaupun aku
tidak tahu arah, aku masih bisa melihat cahanya matahari di sela-sela kanopi
hijau itu.
Hingga
aku sampai di debuah lembah tau tepatnya jurang yang dalam dan curam, anehnya
di atas jurang itu banayak sekali kupu kupu berterbangan, bahkan sebagian aku
pernah melihat di kebun mawarku, entah apa yang ada di dasar lembah itu aku
tidak bisa membayangkannya, namun hati kecilku menyuruhku untuk menuruni tebing
jurang,
“apa ini tipuan ? atau
apakah mawar abadi ada di dasar jurang itu” , masalah itu terus berkecamuk
dalam fikiranku, iseng iseng aku bertanya kepada kupu kupu yang masih ada di sana,
“hei kupu kupu apa kalian tau dimana mawar abadi tumbuh?” aku berteriak
sekencang kencangnya, mungkin kalian mengira aku gila berbicara kepada hewan
yang bahasanyapun aku tidak pernah dengar,
hei taapi lihatlah mereka mengeouarkan bunyi aneh dan kemudian terbang
kedalam jurangseakan akan ingin menunjukan sesuatu , dorongan untuk mengikuti
kupu kupu itu sangat kuat, tapi bagaimana akau bias menuruni tebing jurang yang
hampir tegak lurus itu, seutas talipun aku tidak membawa .
Dengan bermodalkan tekad dan nekat aku menuruni tebing
tanpa pengamana sedikitpun, belum separuh jalan nafasku sudah tersedat sedat,
aku mulai merasa putus asa, rasanya aku sudah tregelincir ratusan kali, tangan
dan kakiku berdarah di sana sini akibat sayatan batu batu tajam di tebing, tapi
bayangan kakaku yang terbaring tak berdaya melintas di pikiranku, dan itu
membuat aku bersemangat kembali,
Entah sudah berapa lama aku berkutat dengan dinding batu
yang di tumbuhi sulur sulur panjang itu, aku sudah tidak tau waktu sekarang ,
tapi rasanya matahari sudah tenggelam di atas sana, hingga akau sampai di dasar
jurang, aku di buat terheran herab oleh semua ini didalam sini sama sekali
tidak menakutkan seperti perkiraanku tadi, dasar tebing sangat luas , bahkan di
sini terang sekali walaupun mungkin di luar sudah gelap , aku tidak tahu kemana
kupu kupu itu pergi, tapi aku melihat di sisi lain jurang seperti ada
terowongan yang panjang namun tidak terlalu gelap, aku berfikir mungkin kupu
kupu itu pergi kesana, tanpa piker panjang aku langsung masuk ke terowongan
itu, smar samar aku bias membaui aroma mawar yang snagat menggoda, dan aku
snagat penasaran kenapa ada mawar di tempat seperti ini.
Setelah beberapa menit aku menyusuri terowongan , hingga
aku sampai pada ujung lain terowongan itu, mataku di buat membulat sempurna,
mulutku melongo dengan suksesnya tanpa
tau apa yang harus aku katakan, otakku berusaha keras untuk menalar semua ini ,
lihatlah di depanku, apa yang aku temui kalian tidak akan percaya, begitu indah
rasanya aku sedang ada di negeri dongeng saja, padang bunga begitu luas
terbentang hadapanku, mawar yang mendominasi padang bunga ini, bahkan oh astaga
mawar hitam yang hanya pernah aku liat di tanaman langka seluruh dunia tumbuh
begitu suburnya di sini, bahkan samar samar aku melihat Litheasmoon, astaga itu
bunga dalam negri dongeng, aku masih tidak percaya ini, namun ini semua nyata,
tidak mungkin aku sedang bermimpi, karna aku masih merasakan perihnya luka-luka di sekujur tubuhku.
“tampaknya kau sangat menyukai ini Rose” keherananku
semakin menjadi ketika aku di kejutkan oleh suara lembut seorang wanita yang
tiba tiba muncul entah darimana , seolah
olah ia sedang menyanyi padahal berbicara, pakaiannya terbuat dari sutra
lembut berwarna biru calibry, mahkota emas dari bunga terpasang anggun di atas
rambut hitamnya yang tergerai indah sebatas pinggang, wajahnya mulus tanpa
cacat, sangat cantik benar benar berparas dewi, aura kekuatan terpancar jelas
dari sorot matanya yang tajam namun lembut itu, dari tubuhnya seperti memancarkan
cahaya keperakan, “eh yah ini sangat indah, lalu err.. anda siapa ?” aku
bertanya gugupkepada wanita itu, “ah Rose perkenalkan aku ratu mawar
Rosemery” dia mengulurkan tangan
kepadaku sebagai tanda perkenalan, aku tertegun bukan karena dia tau namaku
bahkan aku tidak perduli tentang itu, tapi ketika melihanya tersenyum ,s enyum
yang begitu menawan, dengan sorotmata yang memberikan keteduhan bagi siapapun
yang melihatnya, entahlah tak ada kata kata yang mampu mendeskripsikannya, dan
aku masih tidak bias berbicara 1 kata pun.
“hmmm Rose aku
sudah lama menunggumu, bukankah kau kesini untuk mencari mawar abadi?” “eh ya , bagaimana anda tahu?” “tentu saja semua masalah yangterjadi
kepadamu itu, ulah ratu lembah kematian Phersepone, dia marah sekali kepadaku,
dan hmm kamu tidak perlu tahu alasannya Rose, ayo Rose ikuti akau, kamu akan
menemukan apa yang kamu cari” aku berjalan mengikuti Rosemery, hingga akami
smapai di sebuah telaga yang di kelilingi oleh mawar merah, namun pandanganku
tertuju pada mawar yang tumbuh sendiri di abawah rindangnya pohon Elder, mawar
itu berbeda dengan mawar yang lainnya, warnanya putih bersih bahkan hampir
transparan, karena itu berkilauan seperti di hiasi bintang bintang. “ini mawar
abadi Rose, ambillah dan guankan sebijak mungkin” aku tidak bergeming masih terpukau
dengan keindahan mawar abadi , “ayo Rose kakakmu pasti sudah menunggu” demi mnedengar kata kaka aku langsung
trkejut “baiklah” aku berjalan kebawah
pohon Elder dimana mawar abadi itu tumbuh dengan manisnya, harumnya .. belum
pernah aku membaui wangi seperti ini, ketika aku memegang tangkainya,
kehangatan mengalir keseluruh tubuhku, aku tidak tega mememtiknya , tapi aku
harus.
“terimakasih atas semua bantuanmu Rosemery, akau tidak akan
pernah melupakan semua ini, padang bungamu yang begitu indah” kataku sambil
berjalan mendekati ratu mawar itu dan memeluknya sebagai tanda ucapan
terimakasih “sudah kewajibanku menolongmu Rose”
“bolehkan aku bertanya sesuatu Rosemeri”
“apa itu?” “bukannya kau ratu
mawar Rosemery, tapi kenapa ada begitu banyak bunga Lili, Litheasmoon, Petunia,
Lavender, dan lain lainya” “oh itu,
aku memang ratu bunga Rose, tapi karena bunga favorite ku mawar, aku di juluki
ratu mawar” “baiklah kalau begitu
Rosemery, aku memnta izin untuk pulang”
“pergilah Rose, berikan sari bunga itu kepada kakakmu, dan atas berkatku
kau akan selamat sampai tujuanmu tanpa halangan apapun” “terimakasih banyak Rosemery” aku tersenyum, kemudian dengan langkah yang
sangat ringan aku berjalan meninggalkan telaga dan padang bunga di Belakangku,
mawar abadi telah ada di tanganku , dan kakaku akan sembuh, rasanya sudah tidak
sbar ingin smapai di rumah.